Monday, March 21, 2011

Memilih Warna Cat untuk Rumah

Senin, 07/09/2009 10:00 WIB | email | print

Assalamualaikum,

Semoga Bapak tetap dirahmati Allah, Rumah saya tipe 36. Cat asli dari developer untuk dinding luar hijau muda dan dalam putih serta jendelanya coklat tua. Saya baru tambah ruangan untuk dapur. Sekarang lagi bingung mau milih warna cat apa. Karena mau lebaran saya ingin rumah saya cat ulang berikut dapurnya. Saya ingin warna cat yg kesannya damai, nyaman, dan lega. Gorden saya warnanya coklat muda dan plafonnya warna putih. Kira2 cat warna apa ya yg cocok buat rumah mungil saya? Terima kasih jawabannya.

Wassalam

Ninid

Jawaban

Wa ‘alaikumussalam,

Mbak Ninid yang juga senantiasa dirahmati Allah, bermain warna dengan cat adalah satu alternatif untuk merubah suasana dengan biaya yang cukup murah. Jika sudah bosan maka kita dapat menggantinya lagi sesuai dengan keinginan kita. Dalam memilih warna sebenarnya tidak ada aturan khusus karena semua disesuaikan dengan selera masing-masing penghuninya. Ada yang senang dengan warna-warna soft atau cukup dengan warna putih saja tetapi ada juga yang menyenangi warna-warna gelap atau kontras. Yang jelas kebutuhan akan warna tersebut harus diselaraskan dengan fungsinya.

Untuk tampilan bangunan apalagi di antara rumah-rumah di kawasan developer yang hampir serupa bentuknya, biasanya warna digunakan untuk membedakan atau memberi identitas. Jika mayoritas rumah menggunakan warna muda, maka warna tua atau kontras dapat memberikan identitas kepemilikan, sehingga mudah untuk dikenali. Anda dapat mengkombinasikan 2 atau 3 jenis warna, misalnya jika rumah 2 lantai maka dinding lantai 1 dapat dibedakan warnanya dengan dinding lantai 2 atau jika rumah hanya satu lantai maka dinding bagian bawah setinggi 1 meter dapat mengunakan warna yang lebih tua. Bagian lain seperti profil-profil yang menonjol, kanopi beton serta tiang atau balok ekspos dapat menggunakan warna putih agar terlihat lebih kontras.

Hal penting selain pemilihan warna yang tepat, anda juga sebaiknya menggunakan cat khusus untuk dinding luar atau lebih dikenal dengan cat weather shield yang merupakan jenis cat yang tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembaban.

Untuk memilih warna cat ruang dalam atau interior anda juga tidak perlu pusing karena sudah ada produsen cat yang mengelompokkan jenis cat sesuai dengan sifat warna dan pengaruhnya terhadap ruang. Misalnya kategori warna-warna warm (hangat) seperti coklat dan turunannya, orange dan turunannya, kemudian warna fresh (segar) seperti hijau dan turunannya, kemudian warna calm (tenang/damai) seperti abu-abu dan turunannya, biru dan turunannya, serta warna netral (putih dan turunannya).

Anda tinggal menyesuaikan dengan fungsi ruang dan suasana yang ingin dicapai. Misalnya ruang tamu atau ruang keluarga ingin terkesan akrab dan hangat maka warna turunan coklat dapat anda gunakan seperti krem atau coklat muda. Kombinasi dua warna juga adalah satu trik untuk membuat ruangan menjadi lebih dinamis. Gunakan warna yang lebih gelap pada satu sisi dinding yang dijadikan latar atau background, dimana biasanya tempat diletakkannya sofa atau TV cabinet dan warna turunannya yang lebih muda pada sisi dinding yang lain. Jika gorden anda berwarna coklat muda dengan furnitur berwarna kayu, maka padukan cat dinding dengan warna coklat yang lebih muda dari warna gorden tersebut dan warna coklat yang lebih tua pada satu sisi dinding.

Pada kamar tidur utama yang lebih membutuhkan ketenangan gunakanlah warna-warna tenang atau warna-warna netral yang tidak melelahkan mata. Penggunaan paduan warna yang lebih gelap pada sisi kepala tempat tidur (head board) juga dapat anda terapkan pada ruang istirahat ini. Kamar tidur anak dapat dibuat tematik sesuai dengan jenis kelamin dan hobby atau kesenangan sang anak tentunya dengan penggunaan warna-warna yang cerah dan atraktif. Warna-warna biru untuk kamar anak laki-laki atau merah jambu untuk kamar anak perempuan merupakan warna-warna cerah yang digemari oleh anak-anak.

Dapur di dalam dan ruang makan biasanya membutuhkan warna-warna yang berkesan bersih dan membangkitkan kesegaran sehingga anda dapat menggunakan paduan warna-warna turunan hijau dan orange.

Warna plafond sebaiknya menggunakan warna putih untuk menetralisir warna dinding. Selain itu warna putih memberikan kesan luas dan tinggi pada ruang sehingga ruangan terasa lebih lapang.

Selain pemilihan warna dinding yang tepat, faktor pencahayaan yang cukup, pemilihan furnitur dan asesoris ruang seperti hiasan dinding, lukisan, dan pernak pernik ruang lainnya juga perlu diperhatikan agar dapat menghidupkan suasana ruang yang diinginkan.

Sekali lagi, tidak ada ketentuan dalam memilih warna dinding semua diserahkan kepada pemilik untuk menentukannya, tetapi tentunya tetap menyesuaikan dengan fungsi ruang dan kesan yang ingin ditimbulkan. Jika dana anda cukup, maka membedakan warna dinding sesuai dengan fungsi ruangnya bisa dilakukan tetapi jika dana terbatas pilihlah satu warna yang paling netral sehingga cocok dengan semua fungsi ruang.

Demikian Mbak Ninid, jangan takut untuk bereksperimen dengan warna, anda dapat memilih jenis-jenis warna dan karakternya dari katalog-katalog warna yang ada di toko-toko cat atau material. Padu padankan warna-warna tersebut sesuai dengan keinginan anda dan pilihlah produsen cat dengan kualitas yang baik, memang harganya agak lebih mahal tetapi warna yang dihasilkan dan daya tahannya akan jauh lebih memuaskan dibandingkan dengan cat kualitas rendah.

Mudah-mudahan tips yang saya berikan dapat bermanfaat.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

posted from http://www.eramuslim.com/konsultasi/arsitektur/cat-rumah-mungil.htm

Thursday, March 3, 2011

The “Kamar”


Tulisan ini sebenarnya cuma buat latihan menulis deskripsi. Ini deskripsi kamar yang ditulis kayak nulis–ehem–novel.

Kamar itu tidak besar. Ruangan berukuran 3×2,5 meter itu hanya cukup menampung ranjang berukuran single, sebuah meja rias kecil, dan lemari dua pintu bermodel minimalis. Tidak ada barang elektronik apa pun kecuali telepon selular yang biasa diletakkan Pinta di atas meja rias. Kasurnya hampir tidak pernah rapi, karena selalu ada saja barang yang diletakkan di atasnya; baju, tas, mukena dan sajadahnya, buku, telepon seluler. Sama sekali tidak mencerminkan tempat tidur perempuan yang biasanya selalu rapih.

Begitu juga dengan meja riasnya yang tidak sarat alat kecantikan wanita. Kecuali krim pelembut kulit yang bisa dikatakan mendominasi perlengkapan kecantikan Pinta. Dia memang menyukai produk wanita yang satu itu. Kalau orang cukup punya satu dan selalu membeli merek yang sama setiap habis, maka Pinta punya lebih dari dua merek. Lebih tepatnya lima merek. Satu lagi dia letakkan di kamar mandi, supaya setiap setelah mandi dia tidak lupa membubuhkan di badannya. Tidak ada satu pun parfum dengan botolnya yang cantik, sebagai penggantinya hanyalah botol plastik berisi minyak wangi murahan, dan juga sebotol deodoran semprot bermerek salah satu produk olahraga.

Dia punya beberapa alat kecantikan, dan menurutnya sudah cukup lengkap. Dia punya pemulas bibir, walaupun cuma dua, dengan warna yang hampir serupa. Dia punya bedak, satu untuk sehari-hari, satu untuk penyempurnaan. Dia punya eyeshadow, eyeliner, lipgloss, maskara yang jarang dipakai, dan bermacam-macam ukuran kuas.

Lemari bajunya pun tidak se-wah teman-teman wanitanya. Bahkan dia terkadang kebingungan kalau ada undangan pernikahan, baju apa yang pantas dipakainya. Pinta suka fashion, tapi terkadang keinginan belanjanya sering terhalang dengan pikiran, “kalau aku beli itu, mau aku pakai ke mana?”. Tidak ada pikiran, “ini adalah investasi” bagai Rebecca Bloomwood, atau bahkan, “aku pasti nanti akan memerlukannya.”. Akhirnya isi lemari itu hanya penuh dengan baju-baju kasual dan baju sehari-hari yang memang sering dipakainya.

Apa pun isi kamar itu, Pinta menyukainya. Kamar dengan jendela menghadap ke arah timur, sehingga setiap pagi sinar matahari pagi akan masuk dan menerangi kamarnya. Dari luar jendela kamarnya dia bisa melihat laki-laki yang lalu lalang sambil menggandeng motornya, tidak ketinggalan tanaman hijau yang tumbuh subur di depan jendela kamar

Satu-satunya yang tidak disukai Pinta dari kamarnya adalah gorden jendelanya yang berwana merah muda. Suatu saat, Pinta akan mengganti gorden itu dengan warna kesukaannya. Hijau.

Tuesday, February 8, 2011

Pohon Untuk Kehidupan

oleh: Iwan Fals

Hari baru telah datang menjelang
Kehidupan terus berjalan
Pohon-pohon jadikan teman
Kehidupan agar tak terhenti

Bukalah hati
Rentangkan tanganmu
Bumi luas terbentang

Satukan hati
Tanam tak henti
Pohon untuk kehidupan

Di hatiku ada pohon
Di hatimu ada pohon
Pohon untuk kehidupan

Tentram damai
Hidup rukun saling percaya
Hijau rindang sekitar kita

Andai esok kiamat tiba
Tanam pohon jangan di tunda
Terus tanam jangan berhenti

Alam lestari
Hidup tak bakal berhenti

http://lirik.kapanlagi.com/artis/iwan_fals/pohon_untuk_kehidupan

Saturday, January 29, 2011

ODE


Semua cerita tentangmu
Yang masih tersimpan di dalam benakku
Meresap dijiwaku
Memenuhi ruang hatiku

Seperti cahaya mentari kau hadir
Terangi hidupku, terangi jalanku
Menuntunku memaknai semua yang ada

Dan aku takkan melupakan semua yang indah
Yang pernah engkau ucapkan

Meski kau telah berlalu
Tak lagi di sisi, namun cintamu akan tetap hidup
Tak terhapuskan, tak tergilas oleh waktu

Dan aku takkan melupakan semua yang indah
Yang pernah engkau berikan

Cintaku tak henti mengalir untukmu
Mengenalmu adalah hal terindah yang pernah aku alami

Oo..aku takkan melupakan segala yang terindah
Yang hadir dalam hidupku

Setiap kata kan terukir di hati
Semoga damai selalu bersamamu
Semoga damai selalu bersamamu

Sunday, January 10, 2010

Buka Semangat Baru – Ello, Ipang, Berry Saint Loco, Lala

hello teman semua
ayo kita sambut, hari baru telah tiba
apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu
dan berbagi bersama

buka kita buka hari yang baru
sebagai semangat langkah ke depan
jadi pribadi baru
buka kita buka jalan yang baru
tebarkan senyum wajah gembira
damai suasana baru
bukalah bukalah semangat baru
bukalah bukalah semangat baru
bukalah bukalah semangat baru

coba diam walau hanya tuk sejenak,
dengarkan kata dari s’gala yang ku ucap,
ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
bersama kita coba wujudkan harapan,
membuka jalan dalam ‘gapai setiap tujuan.

mentari bersinar selalu
ini yang ku minta penuh semangat tertawa
bersamamu teman semua
karena ini saatnya kita nyanyi bersama

buka kita buka hari yang baru
sebagai semangat langkah ke depan
jadi pribadi baru
buka kita buka jalan yang baru
tebarkan senyum wajah gembira
damai suasana baru

dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu
esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan
kita jumpa di sana, berbagi bersama
dan kita tahu, pelangi yang satukan kita

Saturday, November 28, 2009

Makna sebuah titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,


kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

Sunday, September 27, 2009

PESAN TAUHID DALAM PUISI “SATU KEKASIHKU” KARYA EMHA AINUN NADJIB (1)

Oleh Adam Troy Effendy



Puisi “Satu Kekasihku” terdapat dalam antologi yang bertajuk Cahaya Maha Cahaya. Antologi ini diterbitkan pada tahun 1996 oleh penerbit Pustaka Firdaus. Berikut ini kutipan lengkap puisi tersebut.



SATU KEKASIHKU



Mati hidup satu kekasihku

Takkan kubikin ia cemburu

Kurahasiakan dari anak isteri

Kulindungi dari politik dan kiai



Pentakwilan makna puisi ini akan penulis lakukan baris per baris dengan maksud memudahkan pemahaman atasnya. Berikut ini uraian lengkapnya.



¨ Mati hidup satu kekasihku

Penempatan kata mati mendahului kata hidup cukup menarik di sini. Tampaknya sengaja dilakukan sedemikian oleh pengarang dengan maksud khusus; agar tertangkap keterkaitannya dengan beberapa dalil berikut.



Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.(Q.S. Al-Ankabut:64)



Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. (Q.S. At-Taubah: 38)



Dunia itu ladang akhirat. Barang siapa menanam kebaikan akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Barang siapa menanam keburukan akan mendapat penyesalan. (hadis)



Orang mukmin beramal untuk dunia dan akhiratnya. Untuk dunianya, ia bekerja seperlunya saja. Ia mengambil sekadar untuk bekal perjalanan saja. Ia tidak mau mengambil banyak-banyak. Adapun orang bodoh, cita-citanya hanya untuk dunia. Tetapi orang arif bercita-cita untuk akhirat, kemudian untuk Al-Maula Azza wa Jalla. (Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani)



Sang “aku” dalam puisi di sini tampaknya mengingatkan bahwa sesungguhnya kita hidup di dunia ini dalam keadaan “mati” karena kehidupan dunia ini statusnya sekadar ladang yang hanya bisa dipanen hasilnya di akhirat. Terlebih, jelas-jelas dikatakan Tuhan bahwa kehidupan di dunia ini bukanlah kehidupan yang sebenarnya.

Di sini juga tersirat sindiran bagi setiap muslim yang tidak menyadari bahwa ia telah berbuat bodoh. Mengapa bodoh? Karena kebanyakan muslim ketika berhadapan dengan pemahaman agama tingkat lanjut yang dirasanya berat, segera hatinya berbisik dalam bentuk premis umum,”Ah, aku sih (beragama) yang biasa-biasa sajalah.” Ia sama sekali tidak menyadari bahwa premis khusus dari pernyataan hatinya itu bermakna,”Potensi dan usahaku yang luar biasa adalah untuk dunia (bekerja keras menumpuk tabungan agar punya cukup modal dan kelak layak menikah dengan orang baik-baik, bermartabat, kalau bisa juga kaya. Yang berarti juga mengangkat derajat keluarga besar. Lalu mempunyai anak-anak yang pintar dan saleh. Memiliki rumah dan kendaraan yang cukup bisa dibanggakan. Lalu menjadi kakek-nenek yang bahagia; mengisi hari tua dengan beribadah dan aktif dalam pertemuan arisan khusus haji atau menjadi yang terkemuka di acara pengajian bulanan. Dengan begini, mudah-mudahan masuk surga.)

Adapun frasa satu kekasihku, jika dihubungkan dengan baris ketiga yang berbunyi kurahasiakan dari anak istri serta-merta mengarahkan pembaca pada Tuhan. Pembaca tidak akan menuduh sang “aku” dalam puisi ini sedang menceritakan kekasih gelapnya karena puisi ini terangkum dalam antologi yang bernuansa religius. Sang “aku” justru sedang menegaskan bahwa yang menjadi buluh perindu; yang menguasai takhta cintanya adalah Tuhan Sang Terkasih.



¨ Takkan kubikin ia cemburu

Satu hal yang jarang diketahui orang adalah bahwa Allah Maha Pecemburu. Manusia adalah makhluk yang diciptakan dalam kemuliaan dan paling diutamakan Allah. Kasih Allah lebih tercurah pada ciptaan yang satu ini. Manusia adalah makhluk kesayangan-Nya. Bahkan, Allah Swt. menyatakan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang terbaik dan Nabi Muhammad Saw. pun bersabda bahwa manusia diciptakan atas gambaran-Nya. Pengistimewaan manusia juga terbukti dalam tugas yang diembannya sebagai khalifah di muka bumi dan turunnya perintah sujud sekalian jin dan malaikat kepada Nabi Adam.

Aku telah memilihmu untuk diri-Ku (Q.S. Ṯāhā:41)



Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Q.S. At-Tīn:4)



Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam (Q.S. Al-Isrā: 70)

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (Q.S. Al-Hijr: 29)



Sesungguhnya Allah menciptakan Adam atas rupa-Nya. (hadis)

Allah Swt. menciptakan Adam atas Rupa-Nya yang Maha Pengasih.(hadis)



Sang “aku” dalam puisi tidak ingin tergolong ke dalam manusia yang tidak tahu berterima kasih sehingga Allah kecewa terhadapnya. Seperti kecewanya seseorang yang memberikan bingkisan hadiah kepada anak kecil. Anak kecil itu begitu antusias sampai berlari-lari menghampiri. Ia lalu meraih bingkisan itu dan berpaling dengan ucapan terima kasih yang samar. Sejurus kemudian, anak itu asyik membuka bingkisan dan telah lupa sama sekali dengan sang pemberi hadiah.

Allah murka jika manusia lupa dan berpaling kepada selain-Nya. Apalagi berpaling justru kepada karunia yang Allah berikan padanya. Kisah Qarun adalah contoh yang paling mencolok untuk hal ini. Allah mengaruniakan kecerdasan akal pada Qarun hingga ia menjadi ahli kimia yang bisa mengubah logam biasa menjadi emas. Lalu Qarun berpaling dari Allah dengan mengatakan sesungguhnya segala kekayaannya itu berkat kecerdasan akalnya. Lalu Allah murka. Lalu allah membenamkan Qarun beserta seluruh kekayaannya ke dasar bumi. Inilah kisah Alquran yang mendasari frasa harta karun di kemudian hari.

Allah murka kepada manusia yang dikaruniai kecantikan, ketampanan, dan kemolekan tubuh yang dengan itu mereka mencari nafkah. Lalu mereka berlindung dalam dalih hak asasi, tuntutan profesi, dan ekspresi seni. Lalu mereka bertuhankan hak asasi, profesi, dan seni. Allah murka kepada ahli hukum yang memperkaya diri dengan memanfaatkan celah hukum yang diketahuinya. Lalu ia menjadi pembela manusia-manusia durhaka yang kaya. Lalu ia bertuhankan uang. Allah murka kepada manusia yang diberi kelihaian meraih simpati manusia sehingga ia memanfaatkannya untuk meraih ambisi pribadi; menjadi penjilat bagi penguasa hanya demi kedudukan lebih tinggi di mata manusia. Lalu ia bertuhankan ambisinya. Sang “aku” dalam puisi tidak mau menjadi manusia seperti itu.

Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah (Q.S. Al-Baqarah: 90)



Ya Rabb, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari-Mu (hadis)



Sesungguhnya Dia amat Pencemburu. Dia tidak suka seandainya di dalam hatimu ada selain Dia. Dan barang siapa menghendaki untuk menjadi kaya di dunia dan akhirat, hendaklah ia takut kepada Allah Swt., nukan kepada selain Dia. (syaikh Abdul Qadir Al-Jailani)



Waspadalah, jangan teperdaya terhadap karunia-Ku dan jangan putus harapan karena uji-coba-Ku, dan jangan jinak bermanja dengan selain-Ku.

Lalu Aku pun bersumpah demi karunia-karunia-Ku, selama engkau menjarak keluar dari-Ku untuk minum, melainkan akan Kusia-siakan engkau. Jangan diharapkan engkau akan dapat kembali berdampingan dengan-Ku dan tidak pula engkau akan berhasil mendapatkan minuman yang engkau harap-harapkan. Maka sesungguhnya engkau telah sesat jalan dari-Ku dan engkau telah melupakan bahwa Aku-lah sebenarnya minuman Yang Maha Tunggal dan rumah tempat berlindungmu yang tunggal. (Kitab Melihat Allah {Ru`yatullah} Imam Hasan An-Nafri)