Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya
ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun tanpa sempat berkata cukup.
Tuesday, February 24, 2009
Wednesday, February 18, 2009
MY MOM ONLY HAD ONE EYES
Aku benci ibuku,dia penyebab aku jadi malu..Dia bekerja sbg tukang masak utk para murid dan guru di sekolah,sebagai penumpu kehidupan keluarga. Pernah suatu kali saat aku masih di bangku sekolah SD dia datang ke sekolah dan mengatakan HALLO pada aku, aku sangat malu sekali, kenapa dia lakukan ini padaku, aku tak hiraukan dia dan aku tampakan muka kebencianku padanya dan aku langsung lari pergi. Ke esokan harinya teman kelasku mengejekku “ EEE ibumu punya mata satu….” Rasanya aku mau sembunyi saja, aku mau ibuku mati saja, lalu kutanyakan padanya hari itu juga, “” Ibu hanya bikin aku jadi bahan tertawaan aja, kenapa kau tak mati saja?!!, Ibuku tidak menjawab!!, bahkan aku tak peduli apa yang telah aku lakukan dan ucapkan, aku sangat marah sekali, aku pun tidak peduli apa perasaannya, rasanya aku mau lari dari rumah. Lalu aku belajar mati2an sehingga aku dapat beasiswa sekolah ke singapure, kemudian aku menikah, aku punya rumah sendiri, aku punya anak dan aku bahagia dengan kehidupanku.
Sampai suatu waktu, ibuku datang ketempatku karena dia rindu sudah bertahun2 tidak jumpa denganku dan juga dia belum pernah melihat cucunya. Saat dia berdiri di depan pintu, anak2ku tertawa melihatnya. Aku berteriak “ Berani2nya kau datang kerumahku dan bikin anak2ku jadi ketakutan!” PERGI SANA!!!,SEKARANG JUGA”. Begitupun Ibuku menjawab pelan “ oohh maaf saya salah alamat, dan kemudian dia pun menghilang dari pandanganku.
Lama kemudian, datang surat dari sekolahkudulu bahwa akan diadakan reuni, lalu aku bilang pada suamiku bahwa aku ada kungjungan kerja….setelah reuni, ada rasa ingin melihat rumah gubukku dulu,…tetanggaku menyampaikan bahwa dia “ibuku” telah meniggal dunia,tak ada setetes pun ait mata dariku,mereka beri aku surat darinya……..
“”” Anakku tersayang, ibu selalu merindukanmu, maafkan ibu saat datang ke SINGAPORE” dan juga telah menakutkan anak2mu. Ibu senang dengar kabar kau mau datang pada acara reuni,tapi ibu tidak mampu bangun dari tmpt tidur untuk melihatmu. Ibu juga mohon maaf karena selalu bikin kamu malu……untuk kau ketahui anakku saying,sewaktu kau masih kecil, kau terkena suatu kecelakaan sehingga kau kehilangan salah satu matamu nak, sebagai seorang ibu, ibu tidak bisa melihat kau begitu saja besar dengan mata sebelah…maka …kuberi kan yang kumiliki….ibu bangga sekali anakku telah melihat seluruh dunia dengan mata itu……Dari yang selalu menyayangimu…IBUMU”.
Umar bin Khatab meriwayatkan:
Pernah suatu kali kami melihat ibu2 di desa dan kami melihat
Betapa ibu2 itu mengambil bayi2nya serta memeluk dgn erat
Serta menyusui bayi2nya. Nabipun bertanya pada kami.”Apakah
Mungkin ibu itu akan membiarkan anaknya masuk neraka?” dan kami menjawab tentu tidak, apalagi bila ia mempunyai pilihan”Kemudian Nabipun berkata lagi,” ALLAH lebih saying lagi kepada hamba2nya melebihi sayangnya ibu itu pd bayinya”
Maha Besar ALLAH dengan segala firmannya pada surah AL Baqorah ayat 28 : Kenapa Kamu ingkar pada ALLAH yang dahulunya kamu tidak ada lalu ALLAH hadirkan kamu dan nantipun kamu kembali
P A D A - N Y A?
Sampai suatu waktu, ibuku datang ketempatku karena dia rindu sudah bertahun2 tidak jumpa denganku dan juga dia belum pernah melihat cucunya. Saat dia berdiri di depan pintu, anak2ku tertawa melihatnya. Aku berteriak “ Berani2nya kau datang kerumahku dan bikin anak2ku jadi ketakutan!” PERGI SANA!!!,SEKARANG JUGA”. Begitupun Ibuku menjawab pelan “ oohh maaf saya salah alamat, dan kemudian dia pun menghilang dari pandanganku.
Lama kemudian, datang surat dari sekolahkudulu bahwa akan diadakan reuni, lalu aku bilang pada suamiku bahwa aku ada kungjungan kerja….setelah reuni, ada rasa ingin melihat rumah gubukku dulu,…tetanggaku menyampaikan bahwa dia “ibuku” telah meniggal dunia,tak ada setetes pun ait mata dariku,mereka beri aku surat darinya……..
“”” Anakku tersayang, ibu selalu merindukanmu, maafkan ibu saat datang ke SINGAPORE” dan juga telah menakutkan anak2mu. Ibu senang dengar kabar kau mau datang pada acara reuni,tapi ibu tidak mampu bangun dari tmpt tidur untuk melihatmu. Ibu juga mohon maaf karena selalu bikin kamu malu……untuk kau ketahui anakku saying,sewaktu kau masih kecil, kau terkena suatu kecelakaan sehingga kau kehilangan salah satu matamu nak, sebagai seorang ibu, ibu tidak bisa melihat kau begitu saja besar dengan mata sebelah…maka …kuberi kan yang kumiliki….ibu bangga sekali anakku telah melihat seluruh dunia dengan mata itu……Dari yang selalu menyayangimu…IBUMU”.
Umar bin Khatab meriwayatkan:
Pernah suatu kali kami melihat ibu2 di desa dan kami melihat
Betapa ibu2 itu mengambil bayi2nya serta memeluk dgn erat
Serta menyusui bayi2nya. Nabipun bertanya pada kami.”Apakah
Mungkin ibu itu akan membiarkan anaknya masuk neraka?” dan kami menjawab tentu tidak, apalagi bila ia mempunyai pilihan”Kemudian Nabipun berkata lagi,” ALLAH lebih saying lagi kepada hamba2nya melebihi sayangnya ibu itu pd bayinya”
Maha Besar ALLAH dengan segala firmannya pada surah AL Baqorah ayat 28 : Kenapa Kamu ingkar pada ALLAH yang dahulunya kamu tidak ada lalu ALLAH hadirkan kamu dan nantipun kamu kembali
P A D A - N Y A?
Monday, February 16, 2009
Just 4 Salma
Tak Ada Yang Bisa Mengalahkanmu – Ady Naff
Biarkan aku terbuai dalam pesona dirimu
Biarkan aku terhanyut dalam samudra cintamu
Biarkan wangi yang kau tebarkan terus memelukku
Dan membuatku selalu merindukanmu
Tak ada satu yang mampu mengalahkan dirimu
Apa tak lagi memaksa tuk meraihmu
Saat ini kuakui aku telah terbius
Oleh cintamu untuk selamanya
Biarkan ku menjadi lilin pada mataharimu
Menyingkap semua tabir yang memayungi sinarmu
Dan biarkan seisi langit bersaksi atas dirimu
Pada setiap jiwa yang tersiksa
Tak ada satu yang mampu mengalahkan dirimu
Apa tak lagi memaksa tuk meraihmu
Saat ini kuakui aku telah terbius
Oleh cintamu untuk selamanya...
Selamanya... 4 X
Biarkan aku terbuai dalam pesona dirimu
Biarkan aku terhanyut dalam samudra cintamu
Biarkan wangi yang kau tebarkan terus memelukku
Dan membuatku selalu merindukanmu
Tak ada satu yang mampu mengalahkan dirimu
Apa tak lagi memaksa tuk meraihmu
Saat ini kuakui aku telah terbius
Oleh cintamu untuk selamanya
Biarkan ku menjadi lilin pada mataharimu
Menyingkap semua tabir yang memayungi sinarmu
Dan biarkan seisi langit bersaksi atas dirimu
Pada setiap jiwa yang tersiksa
Tak ada satu yang mampu mengalahkan dirimu
Apa tak lagi memaksa tuk meraihmu
Saat ini kuakui aku telah terbius
Oleh cintamu untuk selamanya...
Selamanya... 4 X
Tuesday, February 10, 2009
Perangkap Tikus
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??" Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak "Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."
Ia mendatangi ayam dan berteriak "ada perangkap tikus" Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku" Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan" Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular.
Sang ular berkata "Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku" Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.
Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan, sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
Ia mendatangi ayam dan berteriak "ada perangkap tikus" Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku" Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan" Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular.
Sang ular berkata "Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku" Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.
Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan, sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
Nikmatnya Memperbanyak Sujud
Bersujud di hadapan Allah SWT termasuk ibadah yang paling mulia sekaligus sebagai sarana paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena, kata Rasulullah Saw, "Saat dimana seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya, Allah Azza Wajalla, adalah ketika dia bersujud...." (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).
Namun, tahukah Anda bahwa dengan banyak bersujud maka muatan-muatan listrik yang ada dalam tubuh kita akan kelaur karena diserap oleh bumi (tanah)?
Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru mengatakan, setiap hari tubuh menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan demikian tubuh ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak. Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari.
Ketika kita mengalami influenza, badan terasa pegal, berat, sesak, malas dan lemah, hal ini menandakan bahwa tubuh sedang merasakan sesuatu dari muatan magnetis tersebut. Lalu bagaimana jalan keluarnya?
Melalui riset ilmiahnya, seorang peneliti Barat yang non-muslim mengemukakan bahwa metode paling jitu untuk "mensucikan" tubuh dari kandungan listrik positif (yang berbahaya bagi tubuh) adalah dengan mengarahkan ubun ke bumi(tanah) lebih dari sekali. Karena, tanah itu sifatnya negatif maka ia akan menarik muatan lsitrik yang positif, yang terdapat dalam tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada aliran (kabel) listrik dari gedung-gedung yang dialirkan ke dalam tanah. Tujuannaya adalah untuk menarik muatan listrik yang ada pada petir ke arah tanah.
Lebih jaun dia menjelaskan metode paling tepat adalah menempelkan ubun-ubun ke tanah secara langsung seraya memfokuskan arah pandangan ke arah pusat bumi. Karena, dalam keadaan seperti itu, muatan lsitrik yang ada dalam tubuh akan terserap oleh bumi sacara lebih kuat dan dalam jumlah yang banyak. Dan yang lebih mengagumkan adalah seperti yang kita ketahui bersama bahwa secara ilmiah pusat bumi adalah Makkah Al-Mukarramah. Lebih tepatnya lagi adalah Ka'bah, sebagaimana yang terdapat dalam kajian-kajian geografis dan disepakati oleh mereka yang ahli di bidangnya.
Jika demikian, sujud kepada Allah SWT yang kita lakukan setiap kali melaksanakan shalat adalah merupakan sarana yang paling tepat untuk membuang muatan-muatan listrik berbahaya tersebut, sekaligus menjadi sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Pancipta. "....maka, perbanyaklah oleh kalian bersujud," perintah Rasulullah (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Manfaat lain dari banyak bersujud adalah ampunan dan derajat yang tinggi di Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja karena Allah, maka Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahanmu.'" (HR. Muslim dari Tsauban Abu Abdullah)
Maka, dengan memperbanyak sujud, dua beban tubuh yang berbahaya, yaitu muatan listrik dan dosa, akan berkurang sehingga tubuh pun terasa ringan.
Dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatakan bahwa Abu Firâs Rabi'ah bin Ka'ab Al-Aslamiy–khadim (pelayan) Rasulullah SAW dan termasuk ahlusshuffah- berkata, Suatu kali saya bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya menyediakan air untuk beliau berwudhu dan untuk kepentingan beliau yang lain. Melihat hal tersebut, Rasulullah saw bersabda, "Mintalah!" Saya menjawab, "Saya mohon agar dapat menemanimu di dalam surga." Maka beliau bertanya, 'Apakah ada permohonan lainnya?" Saya menjawab, "Hanya itu, wahai Rasulullah." Beliau lalu bersabda, "Bantulah aku untuk mewujudkan permintaanmu itu dengan banyak bersujud."
Demikianlah Allah SWT mempersembahkan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba- Nya banyak bersujud di hadapan-Nya. (m.yusuf s)
Namun, tahukah Anda bahwa dengan banyak bersujud maka muatan-muatan listrik yang ada dalam tubuh kita akan kelaur karena diserap oleh bumi (tanah)?
Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru mengatakan, setiap hari tubuh menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan demikian tubuh ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak. Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari.
Ketika kita mengalami influenza, badan terasa pegal, berat, sesak, malas dan lemah, hal ini menandakan bahwa tubuh sedang merasakan sesuatu dari muatan magnetis tersebut. Lalu bagaimana jalan keluarnya?
Melalui riset ilmiahnya, seorang peneliti Barat yang non-muslim mengemukakan bahwa metode paling jitu untuk "mensucikan" tubuh dari kandungan listrik positif (yang berbahaya bagi tubuh) adalah dengan mengarahkan ubun ke bumi(tanah) lebih dari sekali. Karena, tanah itu sifatnya negatif maka ia akan menarik muatan lsitrik yang positif, yang terdapat dalam tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada aliran (kabel) listrik dari gedung-gedung yang dialirkan ke dalam tanah. Tujuannaya adalah untuk menarik muatan listrik yang ada pada petir ke arah tanah.
Lebih jaun dia menjelaskan metode paling tepat adalah menempelkan ubun-ubun ke tanah secara langsung seraya memfokuskan arah pandangan ke arah pusat bumi. Karena, dalam keadaan seperti itu, muatan lsitrik yang ada dalam tubuh akan terserap oleh bumi sacara lebih kuat dan dalam jumlah yang banyak. Dan yang lebih mengagumkan adalah seperti yang kita ketahui bersama bahwa secara ilmiah pusat bumi adalah Makkah Al-Mukarramah. Lebih tepatnya lagi adalah Ka'bah, sebagaimana yang terdapat dalam kajian-kajian geografis dan disepakati oleh mereka yang ahli di bidangnya.
Jika demikian, sujud kepada Allah SWT yang kita lakukan setiap kali melaksanakan shalat adalah merupakan sarana yang paling tepat untuk membuang muatan-muatan listrik berbahaya tersebut, sekaligus menjadi sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Pancipta. "....maka, perbanyaklah oleh kalian bersujud," perintah Rasulullah (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Manfaat lain dari banyak bersujud adalah ampunan dan derajat yang tinggi di Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja karena Allah, maka Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahanmu.'" (HR. Muslim dari Tsauban Abu Abdullah)
Maka, dengan memperbanyak sujud, dua beban tubuh yang berbahaya, yaitu muatan listrik dan dosa, akan berkurang sehingga tubuh pun terasa ringan.
Dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatakan bahwa Abu Firâs Rabi'ah bin Ka'ab Al-Aslamiy–khadim (pelayan) Rasulullah SAW dan termasuk ahlusshuffah- berkata, Suatu kali saya bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya menyediakan air untuk beliau berwudhu dan untuk kepentingan beliau yang lain. Melihat hal tersebut, Rasulullah saw bersabda, "Mintalah!" Saya menjawab, "Saya mohon agar dapat menemanimu di dalam surga." Maka beliau bertanya, 'Apakah ada permohonan lainnya?" Saya menjawab, "Hanya itu, wahai Rasulullah." Beliau lalu bersabda, "Bantulah aku untuk mewujudkan permintaanmu itu dengan banyak bersujud."
Demikianlah Allah SWT mempersembahkan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba- Nya banyak bersujud di hadapan-Nya. (m.yusuf s)
Tukan Cukur dan Konsumenx
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan
merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan
mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan
banyak hal dan berbagai variasi topic pembicaraan, dan sesaat topik
pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada". "Kenapa kamu berkata begitu ??" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi." Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Saya ragu kalau tukang cukur itu ada." Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??". "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" "Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri. "Cocok!"-kata si konsumen menyetujui.
Si tukang cukur terbengong !!!!
merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan
mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan
banyak hal dan berbagai variasi topic pembicaraan, dan sesaat topik
pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada". "Kenapa kamu berkata begitu ??" timpal si konsumen. "Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi." Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Saya ragu kalau tukang cukur itu ada." Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??". "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" "Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.
"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri. "Cocok!"-kata si konsumen menyetujui.
Si tukang cukur terbengong !!!!
Imel Dan Tomat
Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai "office boy"di Istana Negara (kantor SBY), Jakarta. Andi Mallarangeng mewawancara dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai tesnya.
"Kamu diterima," katanya, "berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja." Laki-laki itu menjawab,"Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail."
"Maaf," kata Mallarangeng. "Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja."
Laki-laki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10kg peti tomat. Ia menjual tom at itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp.300.000
Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari.Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri.
Lima tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia. Ia mulai merencanakan masa depan keluarga, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.
Ia menghubungi broker asuransi, dan memilih protection plan. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya.
Laki-laki itu menjawab, "Saya tidak punya e-mail."
Sang broker bertanya dengan penasaran, "Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!"
Laki-laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, "Ya, saya mungkin sudah jadi office boy di Istana Negara!!"
"Kamu diterima," katanya, "berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja." Laki-laki itu menjawab,"Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail."
"Maaf," kata Mallarangeng. "Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja."
Laki-laki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10kg peti tomat. Ia menjual tom at itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp.300.000
Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari.Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri.
Lima tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia. Ia mulai merencanakan masa depan keluarga, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.
Ia menghubungi broker asuransi, dan memilih protection plan. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya.
Laki-laki itu menjawab, "Saya tidak punya e-mail."
Sang broker bertanya dengan penasaran, "Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!"
Laki-laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, "Ya, saya mungkin sudah jadi office boy di Istana Negara!!"
Sunday, February 8, 2009
Wednesday, February 4, 2009
Sia-sia by chairil Anwar
Penghabisan kali itu kau datang
membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan: Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan: Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
Tuesday, February 3, 2009
Terlambat.
Saat bermimpi
Lupa aku akan bangun nanti
Tanpa sadar persimpangan itu telah kulewati
Tak lagi bisa kmiliki apa yang kuingini
Betapapun aku siap
Goncanganya masih saja terasa
Sangat malah …
Jiwaku serasa ingin lepas.
Terlambat!
Aku bisa saja terus ke sana
Seandainya Kotak kecil itu ….
saya yang salah karena terus memandanginya
Seandainya …
Akh .. aku kan bisa bermimpi lagi
Dan mengurut semuanya dari awal lagi tapi
Apa mungkin?
Lupa aku akan bangun nanti
Tanpa sadar persimpangan itu telah kulewati
Tak lagi bisa kmiliki apa yang kuingini
Betapapun aku siap
Goncanganya masih saja terasa
Sangat malah …
Jiwaku serasa ingin lepas.
Terlambat!
Aku bisa saja terus ke sana
Seandainya Kotak kecil itu ….
saya yang salah karena terus memandanginya
Seandainya …
Akh .. aku kan bisa bermimpi lagi
Dan mengurut semuanya dari awal lagi tapi
Apa mungkin?
Jika Engkau Bersedih by Padi
jika engkau bersedih pastilah ini ada maksudnya
andai engkau bisa tertawa seharusnya bahagia
dan jika karma itu ada.. berpeganglah atas hatimu
karna kautak kan bisa.. mengabaikan takdirmu
tak usah lagi engkau menangis
seperti dulu melemahkan niatmu
semoga bertemu kembali
tetapkan hati berjuang bersama lagi
tahu kah engkau bahwa cinta itu adalah anugerah
sama seperti adanya hidup kita hidup ini
mengertikah engkau bahwasanya gagal itu bukanlah kekalahan
selama engkau memahami apa yang menguji hatimu
Jangan Datang Malam Ini by Padi
Kau datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku… detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
Disaat ini… di tempat ini…
Di pelupuk hatiku melupakanmu
Di pusara jiwaku
Pernah ku memiliki
Kisah tersembunyi dalam hidupku
(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya
Apapun yang terjadi
Kau tahu, sebenarnya hidupku
Sudah menyenangkan…
Saat ini sudah cukup… cukup sudah…cukup sudah
Ku berbahagia
Tak sepatutnya kita berjumpa lagi
Tak sepantasnya aku
Menyimpan perasan di satu tanganku yang lain
(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya
Semua tlah berakhir di hari itu
Tak perlu kususun lagi serpihan yang dulu
Aku tak bisa menjadikan semunya sempurna
Hanya keinginan yang terbaik
Bagi semuaa…
(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya
(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan…)
(Bukan saatnya)… dan bukan waktunya
Kau datang disini, terlanjur… mengejutkanku
Monday, February 2, 2009
Sunday, February 1, 2009
Flash Back
DEDDY MIZWAR
Melihat dengan hati
Cipt. Melly Goeslaw
Waktu terus berjalan
Sejarah tlah hilang
Bumi terus berputar
Kau pun harus bertahan
Langkahmu telah jauh dari masa lalu
Tapi bukan berarti kau melupakannya
Kau melupakannya…
REFF:
Berhenti sejenak dan lihat ke belakang
Semua yang telah negeri ini berikan
Ingatlah…ingatlah akan langkah di depan
Beralas pengorbanan masa lalu
*) Belajar dari yang kau lewati
Belajar dari yang terlewati
Belajar melihat dengan hati
Melihat dengan hati
Cipt. Melly Goeslaw
Waktu terus berjalan
Sejarah tlah hilang
Bumi terus berputar
Kau pun harus bertahan
Langkahmu telah jauh dari masa lalu
Tapi bukan berarti kau melupakannya
Kau melupakannya…
REFF:
Berhenti sejenak dan lihat ke belakang
Semua yang telah negeri ini berikan
Ingatlah…ingatlah akan langkah di depan
Beralas pengorbanan masa lalu
*) Belajar dari yang kau lewati
Belajar dari yang terlewati
Belajar melihat dengan hati
Subscribe to:
Comments (Atom)
