kau pernah tawarkan musim hujan
yang menyejukkan jiwa
membasuh kemarau hati
menepis debu nurani
Tapi aku pilih musim semi
Yang penuh mimpi dan angan semu
kau pernah tawarkan matahari
yang menghangatkan luka
membakar buram kenangan silam
tapi aku pilih rembulan
yang sarat dengan puisi romantisme
Dan sekarang aku Tahu...
kau benar.
di sini, di putaran waktu
aku terengah-engah ditindih pilihan
tapi hidup terus berjalan
Tanpa peduli sesalku
Tanpa peduli dirimu.
Yang pernah menawarkan Musim hujan
dan matahari
Tapi Aku pilih musim semi
dan rembulan

No comments:
Post a Comment