Friday, April 17, 2009

se-”gila” apakah kamu?

“Colombus, kamu sungguh sudah menjadi gila,” kata pejabat istana Kerajaan Spanyol kepada Colombus, si pelaut legendaris yang disebut-sebut membuka jalur pelayaran ke benua Amerika.

“Hai, Bung (begitu kira-kira jika diindonesiakan), tengoklah peradaban di luar jendela sana. Semua itu bisa terwujud karena ada orang-orang “gila” seperti saya.

Dialog itu saya kutip dari sebuah film tentang Christopher Colombus, yang saya tonton beberapa tahun silam. Tapi, dialog itu sungguh berkesan. “Gila”…. itu keyword-nya. Tapi “gila” dalam tanda petik. “Gila” dalam konotasi positif.

Saya setuju dengan pendapat Colombus bahwa peradaban yang menjulang sekarang ini bisa terwujud berkat manusia-manusia “gila” yang konsis dengan “kegilaannya”: “gila” kerja, “gila” ilmu, “gila” meneliti, “gila” berpikir untuk masa depan, dan “gila macam-macam (pokoknya positif).

Teori tentang matahari sebagai pusat tata surya, misalnya, bisa diakui berkat “kegilaan” Copernicus. Sekarang ini bisa ada pesawat terbang, juga karena “kegilaan” Wright bersaudara yang terobsesi untuk bisa terbang seperti burung. Dan sebagainya.

Bahkan, dalam konteks dan terminologi spiritual, Muhammad pernah dianggap “majnun” (baca: “gila”–lagi-lagi dalam tanda kutip) oleh para seterunya. Sekali lagi, “majnun” itu pun dalam konteks positif karena beliau dianggap tidak mau berkompromi dengan misi suci-nya.

Jadi, dalam konteks ini “gila” atau tidaknya kita sangat tergantung pada seberapa sinis orang menilai kegigigan kita untuk membina sesuatu yang bermakna bagi peradaban, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat hingga umat manusia.

Nah, sekarang pertanyaannya, “sudah seberapa “gila” kita, saya, anda, kalian, kamu…………….?”

Thursday, March 26, 2009

Orang Beragama Lebih Tenang Hadapi Stres

Penelitian menunjukkan, otak orang yang beragama berbeda dengan yang tidak. Otak orang yang relijius jauh lebih tenang

Hidayatullah. com—Otak orang-orang yang relijius terbukti lebih tenang bila menghadapi situasi yang tidak pasti dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah saat mengalami kesalahan ketimbang orang-orang yang tidak mempercayai agama. Ini kesimpulan sebuah studi di Kanada yang mempelajari hubungan antara penganut agama dan aktivitas otak.

"Orang-orang relijius atau mereka yang percaya pada Tuhan terbukti memiliki tingkat stres atau kecemasan yang lebih rendah setelah melakukan kesalahan," ujar Michael Inzlicht, profesor psikologi University of Toronto.

Studi ini melibatkan kelompok kecil orang-orang yang percaya pada Tuhan dan tidak percaya dari berbagai latar belakang agama, termasuk umat Islam, Kristen, Hindu, dan Budha.

Para peserta diminta untuk mengisi kuesioner agama tentang keyakinan mereka terhadap Tuhan dan tingkat keimanan mereka. Lalu, mereka diminta untuk mengerjakan tugas Stroop, sebuah tes psikologi yang mengukur waktu reaksi selama menjalankan berbagai tugas seperti mengenali warna dengan cepat.

Pada tubuh setiap responden dipasang elektroda yang mengukur aktivitas di wilayah otak yang disebut anterior cingulate cortex (ACC). ACC berfungsi untuk mengendalikan emosi dan membantu orang untuk memodifikasi perilaku saat mengalami sebuah kejadian yang memicu kecemasan seperti saat melakukan kesalahan.

"Bagian ini akan terganggu saat Anda melakukan kesalahan atau dihadapkan pada situasi dimana Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan," jelas Inzlicht.

Penelitian menunjukkan aktivitas ACC pada orang yang relijius lebih rendah bila dibandingkan pada mereka yang tidak percaya pada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak terlalu cemas saat melakukan kesalahan selama tes.

Semakin kuat tingkat keimanan dan keyakinan pada Tuhan, semakin rendah aktivitas ACC sebagai respons atas kesalahan yang mereka lakukan sendiri.

Ini menunjukkan adanya korelasi antara keyakinan agama dan aktivitas otak. Namun begitu, para ahli masih belum mengetahui alasan yang tepat. Sekalipun peneliti menduga bahwa orang-orang yang relijius memiliki tujuan yang lebih besar ketimbang diri mereka sendiri khususnya kehidupan setelah kematian.

Monday, March 23, 2009

Sahabat ...

kau pernah tawarkan musim hujan
yang menyejukkan jiwa
membasuh kemarau hati
menepis debu nurani
Tapi aku pilih musim semi
Yang penuh mimpi dan angan semu

kau pernah tawarkan matahari
yang menghangatkan luka
membakar buram kenangan silam
tapi aku pilih rembulan
yang sarat dengan puisi romantisme

Dan sekarang aku Tahu...
kau benar.
di sini, di putaran waktu
aku terengah-engah ditindih pilihan

tapi hidup terus berjalan
Tanpa peduli sesalku
Tanpa peduli dirimu.

Yang pernah menawarkan Musim hujan
dan matahari
Tapi Aku pilih musim semi
dan rembulan

Sunday, March 1, 2009

salma

Kabut Sunyi Mulai Merayap Di Hati
Bayangmu Semakin Sulit Kucari
Aku Tak Tau Harus Berbuat Apa
Angin Dan Burung-Burung Pun Membisu
Ketika Kutanya Tentangmu, Tentang Getaran Hatimu
Tentang Apa Saja Yang Bertalian Dengan Jiwamu... Ooo...

Tuesday, February 24, 2009

Cukup Itu Berapa?

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya
ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun tanpa sempat berkata cukup.

Wednesday, February 18, 2009

MY MOM ONLY HAD ONE EYES

Aku benci ibuku,dia penyebab aku jadi malu..Dia bekerja sbg tukang masak utk para murid dan guru di sekolah,sebagai penumpu kehidupan keluarga. Pernah suatu kali saat aku masih di bangku sekolah SD dia datang ke sekolah dan mengatakan HALLO pada aku, aku sangat malu sekali, kenapa dia lakukan ini padaku, aku tak hiraukan dia dan aku tampakan muka kebencianku padanya dan aku langsung lari pergi. Ke esokan harinya teman kelasku mengejekku “ EEE ibumu punya mata satu….” Rasanya aku mau sembunyi saja, aku mau ibuku mati saja, lalu kutanyakan padanya hari itu juga, “” Ibu hanya bikin aku jadi bahan tertawaan aja, kenapa kau tak mati saja?!!, Ibuku tidak menjawab!!, bahkan aku tak peduli apa yang telah aku lakukan dan ucapkan, aku sangat marah sekali, aku pun tidak peduli apa perasaannya, rasanya aku mau lari dari rumah. Lalu aku belajar mati2an sehingga aku dapat beasiswa sekolah ke singapure, kemudian aku menikah, aku punya rumah sendiri, aku punya anak dan aku bahagia dengan kehidupanku.

Sampai suatu waktu, ibuku datang ketempatku karena dia rindu sudah bertahun2 tidak jumpa denganku dan juga dia belum pernah melihat cucunya. Saat dia berdiri di depan pintu, anak2ku tertawa melihatnya. Aku berteriak “ Berani2nya kau datang kerumahku dan bikin anak2ku jadi ketakutan!” PERGI SANA!!!,SEKARANG JUGA”. Begitupun Ibuku menjawab pelan “ oohh maaf saya salah alamat, dan kemudian dia pun menghilang dari pandanganku.

Lama kemudian, datang surat dari sekolahkudulu bahwa akan diadakan reuni, lalu aku bilang pada suamiku bahwa aku ada kungjungan kerja….setelah reuni, ada rasa ingin melihat rumah gubukku dulu,…tetanggaku menyampaikan bahwa dia “ibuku” telah meniggal dunia,tak ada setetes pun ait mata dariku,mereka beri aku surat darinya……..

“”” Anakku tersayang, ibu selalu merindukanmu, maafkan ibu saat datang ke SINGAPORE” dan juga telah menakutkan anak2mu. Ibu senang dengar kabar kau mau datang pada acara reuni,tapi ibu tidak mampu bangun dari tmpt tidur untuk melihatmu. Ibu juga mohon maaf karena selalu bikin kamu malu……untuk kau ketahui anakku saying,sewaktu kau masih kecil, kau terkena suatu kecelakaan sehingga kau kehilangan salah satu matamu nak, sebagai seorang ibu, ibu tidak bisa melihat kau begitu saja besar dengan mata sebelah…maka …kuberi kan yang kumiliki….ibu bangga sekali anakku telah melihat seluruh dunia dengan mata itu……Dari yang selalu menyayangimu…IBUMU”.


Umar bin Khatab meriwayatkan:

Pernah suatu kali kami melihat ibu2 di desa dan kami melihat

Betapa ibu2 itu mengambil bayi2nya serta memeluk dgn erat

Serta menyusui bayi2nya. Nabipun bertanya pada kami.”Apakah

Mungkin ibu itu akan membiarkan anaknya masuk neraka?” dan kami menjawab tentu tidak, apalagi bila ia mempunyai pilihan”Kemudian Nabipun berkata lagi,” ALLAH lebih saying lagi kepada hamba2nya melebihi sayangnya ibu itu pd bayinya”


Maha Besar ALLAH dengan segala firmannya pada surah AL Baqorah ayat 28 : Kenapa Kamu ingkar pada ALLAH yang dahulunya kamu tidak ada lalu ALLAH hadirkan kamu dan nantipun kamu kembali

P A D A - N Y A?

Monday, February 16, 2009

Just 4 Salma

Tak Ada Yang Bisa Mengalahkanmu – Ady Naff

Biarkan aku terbuai dalam pesona dirimu
Biarkan aku terhanyut dalam samudra cintamu
Biarkan wangi yang kau tebarkan terus memelukku
Dan membuatku selalu merindukanmu

Tak ada satu yang mampu mengalahkan dirimu
Apa tak lagi memaksa tuk meraihmu
Saat ini kuakui aku telah terbius
Oleh cintamu untuk selamanya

Biarkan ku menjadi lilin pada mataharimu
Menyingkap semua tabir yang memayungi sinarmu
Dan biarkan seisi langit bersaksi atas dirimu
Pada setiap jiwa yang tersiksa

Tak ada satu yang mampu mengalahkan dirimu
Apa tak lagi memaksa tuk meraihmu
Saat ini kuakui aku telah terbius
Oleh cintamu untuk selamanya...
Selamanya... 4 X